Hasil away survey pasca gempa Jogja-Jateng
Posted by admin on July 3rd, 2006. Add commentColloquium disajikan oleh Irwan Meilano (JSPS Postdoctoral Fellow Nagoya University, on leave from Faculty of Civil Eng. and Environment Insitute of Technology Bandung, Indonesia)
Resume
Pada tanggal 3 Juni atau seminggu sesudah bencana Gempa Jogja-Jateng, tim peneliti kegempabumian yang terdiri dari: Nagoya Univ, ITB, UGM dan Ristek melakukan survey pasca bencana. Lamanya waktu pengamatan yaitu 5 hari, dengan 11 peneliti dan dibantu 23 mahasiswa. Kami melakukan pengamatan GPS sebanyak 48 titik, dan memasang 6 buah seismometer serta mengunjungi 631 lokasi untuk menyelidik kerusakan bangunan.
Target dari penelitian kami yaitu :
- assessment of damage and casualties.
- search for an evidence of surface rupture associated with the earthquake
- aftershock observation for determining the configuration of the main-shock fault
- GPS observation of coseismic crustal deformation
Beberapa hasil awal survey
A. Survey Kerusakan
- Tidak ditemukannya bukti surface fault rupture. Beberapa rekahan yang banyak ditemukan di sebelah timur Bantul merupakan hasil dari ground motion.
- Terdapat tiga wilayah dengan kerusakan maksimum yaitu di sekitar: Kec. Banguntapan dan Kec. Bambanglipuro Kab bantul, serta Kec. Wedi Kab. Klaten.
B. Pengamatan GPS
- Pergeseran horizontal akibat gempabumi di Kota Bantul yaitu sekitar 7cm dan di sebelah timur Kota Jogja sekitar 8 Cm dengan arah Barat-laut (South-west).
- Tidak ditemukan pergeseran horizontal yang signifikan di Kota Klaten.
- Pola pergeseran horizontal menunjukan bahwa gempabumi Jogja-Jatengdihasilkan oleh pergerakan sesar dengan arah left-lateral.
C. Pengamatan Kegempaan
- Selama tiga hari pengamatan satu minggu sesudah gempa utama berhasil dideteksi sebanyak 245 gempa susulan.
- Magnitude rata-rata dari gempa susulan yaitu 2.2 . Gempa dengan magnitude terbesar yaitu 5.1, pada tanggal 8 Juni 2006 jam 11:45.
- Kedalaman dari gempa susulan yaitu 2 -15 km.
- Pola distrubusi susulan mengidentifikasikan bahwa wilayah kegempaan terkonsentrasi pada wilayah dengan panjang 20 km dan lebar 5 km, dengan azimuth 50 derajat dari utara ke timur.
Kesimpulan dari survey awal pasca-gempa Jogja-Jateng
- Pengamatan GPS serta kegempaan mengindentifikasikan bahwa geometri dari sumber gempa Jogja-Jateng yaitu: sesar left-lateral dengan panjang 20 km, lebar 10 km. Dan sesar ini tidak mencapai Klaten.
- Ground observation menunjukan bahwa sesar penyebab gempa cukup dangkal tetapi tidak mencapai kepermukaan. Kedalaman maksimum diperkirakan sekitar 2km.
- Besarnya kerusakan dan efek dari gempa disebabkan oleh :
- Bangunan di sekitar Jogja-Jateng tidak dipersiapkan untuk menghadapi gempa. Hal ini disebabkan karena kegempaan disekitar Jogja-Jateng sangat rendah dalam kurun 150 thn terakhir.
- Sedimen tebal hasil letusan gunung merapi yang membentuk kota Bantul, Jogja dan Klaten (Kota klaten dulunya adalah rawa), mengamplifikasi gelombang gempa sehingga efeknya sangat luar biasa.
- Kerusakan di Kota Klaten selain oleh amplikasi gelombang gempa juga oleh efek direktifitas dari gempa. Inisialisasi gempa yaitu disekitar kota Bantul, dan arah dari rupture (rupture direction) yaitu timur-laut (NE).
Informasi lainnya mengenai hasil survey kami bisa dilihat di:
http://www.seis.nagoya-u.ac.jp/~irwan/jogjaeq/jogjaeq.html
saya membuat milis group yahoo. http://groups.yahoo/group/KorbangempadiKlaten/grop.com
untuk menyimpan data-data yang berhubungan dengan gempa di klaten
saya mua tanya, kalo agen software terbesar di surabaya adanya di mana ya? kebetulan saya punya produk software penterjemah “SMART TRANSLATOR” dan ingin mencari agen untuk di surabaya.
terima kasih atas waktunya, saya tunggu jawaban dari anda.