Memodelkan geometri dari sumber gempabumi berdasarkan data pergerakan tanah : tantangan bagi dunia Soft Computing.
Posted by admin on March 16th, 2006. Add commentColloquium disajikan oleh Irwan Meilano, Nagoya University
Resume
Mungkin kita membayangan bahwa sumber dari gempabumi adalah sebuah titik. Sama seperti titik ledakan bom, yang energinya menyebar secara radial.Tetapi sesungguhnya sumber dari gempabumi adalah sebuah bidang, yang penyebaran energinya sangat dipengaruhui oleh lokasi, dimensi (panjang dan lebar) serta parameter-parameter geometris lainnya.
Sifat ke-khas-in ini yang membuat kita sangat mudah untuk membedakan getaran akibat ledakan test nuklir atau murni gempabumi. Sehingga jaringan seismik global biasa digunakan juga sebagai jaringan pemantautest nuklir bawah tanah yg sering dilakukan secara diam2 oleh negara maju. Gempabumi terjadi pada saat terjadi pergeseran yang tiba-tiba padasebuah bidang diantara 2 buah lempeng. Mengetahui geometri dari bidang sumber gempabumi ini sangatlah penting bagi studi proses gempabumidan juga kaitannya dengan mitigasi gempabumi.Permasalahan dalam mengestimasi geometri dari sumber gempabumi, adalah bagaimana menyelesaikan persamaan non-linier. Dan apabilakita ingin mendapatkan geometri dengan detail yg lebih rapat, maka jumlah parameter yang akan estimasi akan semakin banyak. Kemudian kita akan berhadapan dengan permasalahan singularitas dari solusi.
Untuk menyelesaikan permasalahan diatas saya menggunakan metoda Genetic Algorithm untuk mendapatkan solusi yang mendekati.Kemudian arameter solusi dari GA saya gunakan sebagai nilai awal bagi constrained nonlinear least squares. Saya telah menggunakanmetoda tersebut untuk menjelaskan geometri dari sumber gembabumi di Tokachi thn 2003, gempa Aceh thn 2004, gempa Nias thn 2005 dan jugauntuk proses migrasi magma di Miyakejima thn 2000.
Pada kolokium kali ini, saya akan coba memperkenalkan salah satu tantangan dalam estimasi sumber gempabumi bagi dunia SC.Yaitu bagaimana mengestimasi sumber gempabumi dengan sangat cepat dan andal (very very fast and robust). Hal ini berkaitan dengan isusistem peringatan dini akan tsunami. Pada kedalaman 500 m, kecepatan gelombang tsunami yaitu 250 km/jam, sedangkan kecepatan gelombanggempa ( P waves) yaitu 2200 km/jam atau hampir 10 kali lebih cepat.Sehingga dengan menggunakan gelombang gempa kita bisa mengestimasi geometri dari sumber gempabumi dan dengan mengetahui geometrikita bisa mensimulasikan tinggi tsunami yang akan datang kemudian(karena gelombang tsunami bergerak 10 kali lebih lambat dari gelombang gempa).
Sebagai ilustrasi: Apabila jarak dari sumber gempabumi dengan kita adalah 100 km, maka sensor gempabumi kita akan mendeteksi gempa sekitar 2 menit sesudah gempa. Sedangkan tsunami akan datang sekitar20 menit kemudian. Sehingga dalam waktu yang sangat pendek, kita harus menentukan geometri dari sumber gempabumi dengan sangatteliti. Untuk kemudian dari mensimulasikan tinggi tsunami, dan menjadidasar bagi penyebaran peringatan dini bagi masyarakat. Metoda yang saya gunakan diatas, dapat mengestimasi geometri dari sumber gempabumi dengan sangat baik, tetapi waktu yang diperlukansangat lama. Kadang-kadang berhari-hari untuk mendapatkan hasil yang andal. Sehingga tidak cocok bagi sistem peringatan dini tsunami.
very good web site. i really intristing to joint with cominity. best regrads
eka prasetia
tangerang _indonesi
menurut saya kemungkinan berdasarkan gps lbh efektif
maksud bapak nilai hasil dari estimasi dengan AG dijadikan masukan dalam inversi kah???
ataukah, hanya dijadikan sebagai konstrain dalam estimasi saja??